Wawancara Buletin IMAN II (Dr. rer. nat. Maimun Rizal)

Pada kesempatan kali ini Buletin Haba IMAN menghadirkan wawancara dengan Maimun Rizal. Beliau adalah mahasiswa Program Phd. asal Aceh yang baru saja menyelesaikan studinya di Uni Goettingen. Berikut hasil wawancara tertulis dengan beliau yang belum lama ini baru saja kembali ke Aceh.

Pertama-tama, kami ucapkan selamat atas keberhasilannya menyelesaikan Program Phd.

Bagaimana kesannya secara umum tentang kuliah di Jerman?

# Setiap bidang studi mempunyai tingkat studi yang berbeda-beda, fasilitas pendukung perkuliahan secara umum sangat memadai, dengan perpustakaan yang dapat dikunjungi dari jam 7 pagi sampai jam 1 dini hari. Dan juga tersedianya ruangan belajar (individual study room) yang dapat diakses oleh setiap Mahasiswa, sehingga kita dapat lebih fokus untuk menyelesaikan tugas-tugas akademis. Kuliah di Jerman membiasakan kita untuk bekerja secara mandiri, baik secara individual maupun secara tim.

Bisa dijelaskan sedikit tentang topik studi yang dipilih?

#Computer Science di Uni Goettingen terdiri dari beberapa Group research, seperti Network Security, Computer Security, Telematics, Management Information systems. Saya bergabung di dalam Telematics Group. Dalam Telematics Group ada beberapa fokus penelitian, diantaranya Sensor Network, RFID, Anonymous Network dan beberapa penelitian lainnya. Fokus penelitian yang saya pelajari adalah VoIP through Anonymous Network.

Kenapa tertarik untuk memilih topik itu?

Jauh sebelum Edward Snowden “membuka” rahasia kegiatan yang dilakukan oleh National Security Agency (NSA), terbersit kemungkinan dilakukannya penyadapan pembicaraan oleh “eavedropper” untuk kegiatan komunikasi yang menggunakan VoIP services, dikarenakan Voice/suara di kirimkan melalui jaringan terbuka yaitu Internet. Teknologi enkripsi dapat melindungi pesan suara, namun tidak dapat menyembunyikan privasi dari penelpon ataupun penerima. Dalam hal ini, eavedroppers sulit untuk dapat mengetahui isi pesan suara namun tetap mengetahui siapa yang menelpon siapa. Anonymous Network telah terlebih dahulu berhasil menerapkan privacy kepada data seperti web browsing ataupun email. Tetapi untuk voice/suara sangat sulit untuk diterapkan dikarenakan real time communication sangat sensitif terhadap delay. Oleh karenanya, saya tertantang untuk melakukan penelitian terhadap kualitas VoIP jika menggunakan Anonymous network yang sudah ada.

 

Bagaimana proses disertasinya? Apakah ada kendala? Bagaimana interaksi dengan profesor selama studi?

Proses disertasi tidak selamanya berjalan lancar, ada beberapa kendala, salah satunya harus melakukan percobaan ulang sehingga terkadang menimbulkan rasa jenuh. Interaksi dengan Professor merupakan salah satu faktor keberhasilan dalam menyelesaikan studi, disaat mengalami kebuntuan ide, maka kita dapat berdiskusi dengan professor untuk mencarikan solusi dari kendala yang kita hadapi.

Bagaimana perkembangan hasil penelitiannya nanti? Apakah ada kemungkinan untuk diterapkan di Indonesia, terutama Aceh?

Hasil dari penelitian yang saya lakukan mungkin saja diterapkan di Indonesia atau di Aceh. Real time communication menggunakan media Internet dengan standar packet delay yang tidak boleh melebihi 400 ms, sehingga untuk implementasinya, memerlukan bandwidth yang besar untuk menjamin packet suara lebih kecil dari 400 ms.

Apa rencana dalam waktu dekat dan rencana jangka panjang setelah kembali ke Aceh?

Rencana dalam waktu dekat ini adalah kembali ke Aceh dan aktif kembali sebagai “abdi negara”. Untuk jangka panjang, mencoba sekuat tenaga untuk membantu tenaga pendidik (guru) untuk melek terhadap teknologi Informasi

Setelah wisuda, ada tradisi mencium patung Gaenselisel di Gottingen. Bisa diceritakan sedikit tentang tradisi ini?

Mahasiswa di Universitas Goettingen memiliki tradisi unik pada waktu menyelesaikan pendidikan doktor yaitu mencium patung Gaenselisel yang terletak di tengah kota Goettingen. Tradisi ini sudah berlangsung sangat lama, kononnya sudah dimulai lebih dari 100 tahun yang lalu.

Selain itu ada beberapa hiasan menarik di topi toga yang dipakai sewaktu wisuda, apa maknanya?

Hiasan di atas topi merupakan topik dissertasi yang kita lakukan, dengan bendera negara dimana kita menyelesaikan studi Master,  menyelesaikan PhD dan juga bendera negara asal.

Apa pengalaman yang paling menarik selama tinggal dan belajar di Jerman? Yang baik maupun jelek.

Banyak pengalaman yang menarik di Jerman, salah satunya menjadi “Duta Budaya” dengan memperkenalkan tari likok pulo ke International, seperti penampilan Likok Pulo di acara Kulturewoche di beberapa daerah di Jerman, dan juga penampilan Likok Pulo di acara Pasar Malam Indonesia di Den Haag, Belanda. Pengalaman yang tidak menyenangkan hanya untuk konsumsi pribadi.

Apa hal yang mungkin akan paling dirindukan dari Jerman setelah kembali ke Aceh?

Keteraturan dalam segala hal, dari ketepatan waktu publik transportasi, sampai dengan deadline ujian yang telah ditetapkan semenjak kuliah dimulai.

Adakah saran untuk para pembaca, baik yang masih menempuh studi di Jerman maupun yang berniat untuk melanjutkan studi di Jerman atau negara-negara lain?

jangan takut untuk mencoba, teruslah berusaha dan jangan mudah berputus asa karena setiap masalah pasti ada solusinya.

Terima kasih atas kesempatan wawancaranya. Semoga sukses selalu.

Tradisi mencium patung Gaenselisel di Goettingen bagi lulusan Phd.

Tradisi mencium patung Gaenselisel di Goettingen bagi lulusan Phd.

Maimun Rizal, setelah sidang disertasi. Dasi yang dipotong sebagai simbol berakhirnya tanggung jawab profesor terhadap mahasiswa.

Maimun Rizal, setelah sidang disertasi. Dasi yang dipotong sebagai simbol berakhirnya tanggung jawab profesor terhadap mahasiswa.

 

 

(Ahmad Zaki – Weimar)