Sejarah Berdirinya Tim Tari IMAN:

Tim tari Ikatan Mahasiswa Aceh di Jerman (IMAN) berdiri pada masa kepengurusan IMAN yang pertama pada tahun 2011 yang digagas oleh Putra Rizkia dan kawan-kawan yang pada saat itu sedang melanjutkan pendidikan tinggi di Jerman. Tujuan tim tari ini dibentuk sebagai wujud kesadaran dan kepedulian mahasiswa Aceh yang sedang studi di Jerman sebagai duta bangsa untuk memperkenalkan budaya Aceh di panggung internasional. Salahsatu bagian budaya yang ditunggu-tunggu penampilannya adalah tarian karena dianggap unik dan memiliki nilai budaya yang kuat.

 

Tim tari IMAN pun akhirnya membentuk dua jenis tarian Aceh, yakni  Tari Likok Pulo yang sudah dimulai sejak tahun 2011 dan  Tari Rapa’i Geleng pada tahun 2016.

 

  1. Tari Likok Pulo IMAN:

Tim tari ini berdiri pada tahun 2011, tepatnya pada masa kepengurusan pertama IMAN pertama. Tarian Likok Pulo ialah adalah sebuah tarian tradisional yang berasal dari Aceh, Indonesia. “Likok” berarti gerak tari, sementara “Pulo” berarti pulau. Pulo di sini merujuk pada sebuah pulau kecil di ujung utara Pulau Sumatera yang juga disebut Pulau Breuh, atau Pulau Beras.

Tarian ini lahir sekitar tahun 1849, diciptakan oleh seorang ulama tua berasal dari Arab yang hanyut di laut dan terdampar di Pulo Aceh. Tari ini ditampilkan sesudah menanam padi atau sesudah panen padi, biasanya pertunjukan dilangsungkan pada malam hari bahkan jika tarian dipertandingkan dapat berjalan semalam suntuk sampai pagi. Tarian dimainkan dengan posisi duduk bersimpuh, berbanjar, atau bahu membahu.

Seorang pemain utama yang disebut cèh berada di tengah-tengah pemain. Dua orang penabuh rapa’i berada di belakang atau sisi kiri dan kanan pemain. Sedangkan gerak tari hanya memfungsikan anggota tubuh bagian atas, badan, tangan, dan kepala. Gerakan tari pada prinsipnya ialah gerakan oleh tubuh, keterampilan, keseragaman atau kesetaraan dengan memfungsikan tangan sama-sama ke depan, ke samping kiri atau kanan, ke atas, dan melingkar dari depan ke belakang, dengan tempo mulai lambat hingga cepat.

Setelah  tarian ini dibentuk, Likok Pulo IMAN sukses tampil perdana pada Event “Indonesischer Kulturtag” di Köln pada bulan July 2011. Setelahnya Likok Pulo IMAN aktif tampil di berbagai acara kebudayaan di Jerman, hal itu dibuktikan dalam keikutsertaan Likok Pulo IMAN diantaranya:

  • Perayaan Hari kebudayaan Indonesia di Köln, Jerman 2011
  • Acara Kebudayaan Goethe Institut di Göttingen, Jerman 2011
  • Pasar Malam Indonesia di Denhaag, Belanda 2012
  • Peringatan 60 Tahun hubungan Bilateral Jerman-Indonesia di Braunschweig, Jerman 2012
  • Halal bil Halal Idulfitri di Frankfurt, Jerman 2012
  • Kulturenmesse di Göttingen, Jerman 2012, 2013
  • Gaung Garuda Music Fesival di Hannover, Jerman 2013
  • Pasar Hamburg di Hamburg, Jerman 2013, 2014, 2015
  • Sound of Indonesia di Hamburg, Jerman 2013, 2014
  • Indonesischer Abend di Bremen, Jerman 2014
  • Peresmian Mesjid Indonesia di Frankfurt, Jerman 2014
  • One Day Indonesia di Dortmund, Jerman 2015

 

 

  1. Tari Rapa’i Geleng IMAN

Tarian ini dibentuk pada bulan Juli 2016 yang digagas oleh Aulia Farsi dan teman teman. Tujuan dbentuknya tarian ini ialah untuk memperkenalkan jenis tarian Aceh lainnya di Pentas Internasional.

Rapa’i Geleng adalah sebuah tarian etnis Aceh yang berasal dari wilayah Aceh Bagian Selatan tepatnya Manggeng, yang sekarang masuk ke kawasan Kabupaten Aceh Barat Daya. Rapa’i Geleng dikembangkan oleh seorang anonim di Aceh Selatan. Permainan Rapa’i Geleng juga disertakan gerakan tarian yang melambangkan sikap keseragaman dalam hal kerjasama, kebersamaan, dan penuh kekompakan dalam lingkungan masyarakat. Tarian ini mengekspresikan dinamisasi masyarakat dalam syair yang dinyanyikan, kostum dan gerak dasar dari unsur Tari Meuseukat.

Jenis tarian ini dimaksudkan untuk laki-laki. Biasanya yang memainkan tarian ini ada 12 orang laki-laki yang sudah terlatih. Syair yang dibawakan adalah sosialisasi kepada masyarakat tentang bagaimana hidup bermasyarakat, beragama dan solidaritas yang dijunjung tinggi.

Setelah 2 bulan dibentuk, tarian ini pun mengadakan latihan aktif dan sukses tampil perdana di ajang kebudayaan Indonesia terbesar di Jerman yaitu pada acara Pasar Hamburg yang berlangsung meriah pada bulan September 2016.