Tari Likok Pulo Kembali Memukau di Hamburg

Pasar Hamburg (Paham) adalah Bazar Indonesia terbesar di Jerman yang berisi kegiatan promosi budaya Nusantara. Pasar Hamburg digagas oleh Komunitas Hamburg Cinta Indonesia dan Ikatan Sarjana dan Ahli Indonesia (ISAI) Jerman. Panitia acara terdiri dari berbagai pihak seperti Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hamburg dan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Hamburg.

Pasar Hamburg 2014 berlangsung pada Sabtu, 7 Juni 2014 di Magnushall, Amsinckstrasse 70, Hamburg. Ribuan pengunjung, baik warga Indonesia maupun Jerman hadir sejak jam 11.00 sampai akhir acara jam 21.00 waktu setempat. Mereka menikmati beragam kuliner dan kesenian dari berbagai daerah di Indonesia yang disajikan oleh para peserta event ini.

Ikatan Mahasiswa Aceh di Jerman (IMAN) turut meramaikan Pasar Hamburg 2014. IMAN hadir memenuhi undangan panitia setelah di Pasar Hamburg tahun lalu sukses dengan penampilan Tari Likok Pulonya. Tim Tari Likok Pulo dari Sanggar IMAN sendiri telah tampil dalam banyak event kebudayaan di berbagai kota di Jerman, termasuk juga satu penampilan di Den Haag, Belanda pada tahun 2012.

Likok Pulo performance

Likok Pulo performance

Para penari yang tampil tidak seluruhnya berasal dari Aceh. Sanggar Tari IMAN juga terbuka bagi mahasiswa yang berasal dari daerah lain di Indonesia dan sedang menempuh studi di Jerman. Jika mereka tertarik terhadap kesenian Aceh dan ingin bergabung, kami menerima dengan senang hati.

Secara geografis, para penari tinggal menyebar di barat, utara dan tengah Jerman. Jadi untuk  latihan secara full team membutuhkan waktu dan dana yang tidak sedikit. Hanya anggota yang tinggal di barat Jerman yang bisa lebih sering latihan bersama karena jarak tempat tinggalnya lumayan dekat. Selebihnya kami berlatih melalui Skype dan menonton video di Youtube. Baru pada H-1 seluruh anggota tim bisa berkumpul dan berlatih bersama di Hamburg.

Penari dan syeh yang tampil kali ini pun sudah mengalami regenerasi dari yang tampil di Pasar Hamburg tahun lalu. Aulia Farsi dari Wolfsburg dan saya (Ahmad Zaki) dari Weimar menggantikan Rezky Syahrezal yang biasa menjadi syeh dan penabuh rapa-i. Alhamdulillah, Rezky masih sempat melatih kami sebentar di sela kesibukannya. Sedangkan formasi penari terdiri dari Danti Dewi Pramesti, Dhevi Aristi Hermanda, Sagita Dimitri, Sukma Arum Kinanti, T. Arriessa Sukhairi (Bochum), M. Iqbal Dista (Clausthal), Maya Fitria (Duisburg), Muzia Iedhiya Adha (Duesseldorf), dan Wa Ode Iin Arliani Soleman (Dortmund). Selain itu ada juga Alexandra Amanda Rorimpandey (Duisburg), Aissa Mutiara Putri dan Wulandiah (Hamburg) yang bertindak sebagai official tim.

Seiring tabuhan rapa-i dan syair yang dilantunkan oleh syeh, para penari mulai bergerak dengan dinamis di atas panggung. Dalam dua gerakan pertama para penonton yang tersebar di ruang aula mulai menyimak namun tetap diam. Baru di gerakan ketiga dan seterusnya tepuk tangan mulai bergemuruh terdengar di jeda antara tiap gerakan.

Likok Pulo performance

Likok Pulo performance

Tepuk tangan penonton membuat kami semakin bersemangat menari, menabuh rapa-i dan melantunkan syair. Sampai akhirnya 12 menit berlalu. Tarian selesai dan kami menyampaikan salam penutup. Tiba-tiba sang pembawa acara (MC) menahan kami yang mau turun dari panggung. Dia berkata “Stop!” kepada kami dilanjutkan dengan “Luar biasa bukan?’ kepada penonton. Kami terkejut, dia meminta ikut mencoba salah satu gerakan Tari Likok Pulo. Kami pun memainkan dua kali lagi gerakan tersebut bersama sang MC yang di akhir gerakan bergaya kelelahan dan tergeletak di panggung. Tepuk tangan penonton pun semakin bergemuruh.

Rasa capek yang ada pada penari bercampur dengan rasa puas. Setelah penampilan, salah seorang penonton asal Jerman berkata “Du hast gut gespielt (kamu bermain bagus).” Kami sangat senang dan bersyukur karena dapat menghibur dan memuaskan penonton.

Likok Pulo performance

Likok Pulo performance

Kami juga sempat bertemu dengan Ibu Juli, Penanggung Jawab Acara Pasar Hamburg 2014. Beliau memuji penampilan kami pada sore itu dan meminta kami bersiap untuk kembali berpartisipasi di Pasar Hamburg tahun depan.

Kami sangat bersyukur dan bangga. Sambil menuntut ilmu di rantau yang sangat jauh dari kampung halaman, dapat mempromosikan budaya Aceh. Melalui berbagai penampilan selama ini, kami dari IMAN berharap Likok Pulo pada khususnya dan Aceh pada umumnya dapat semakin eksis di Jerman. Semoga Budaya Aceh semakin diminati tak hanya oleh warga Aceh sendiri, tetapi juga warga Indonesia dan berbagai negara lain di dunia. Amin!

Video Penampilan Tari Likok Pulo IMAN di Pasar Hamburg 2014 dapat dilihat di sini.

(Ahamd Zaki – Weimar)