Mengunjungi dan Kuliah Jurusan Kedokteran di Kota Pelabuhan Indah, Luebeck

Jerman termasuk salah satu negara di Uni Eropa yang terkenal dengan kemajuan di bidang infrastruktur, teknologi, dan ekonomi. Mesin buatan Jerman diakui keunggulan dan kualitasnya oleh dunia. Tidak hanya itu, Jerman termasuk negara yang menawarkan pendidikan gratis untuk para pelajar dari seluruh dunia, meski belakangan ini pemerintah Jerman merombak kebijakan itu dengan pemberlakuan tuition fee (SPP) untuk pelajar asing non-EU, namun biaya hidup di Jerman masih tergolong murah dibandingkan negara-negara eropa lainnya. Dengan berbagai keunggulan ini, wajar banyak pelajar Indonesia yang tertarik untuk melanjutkan pendidikan di negara yang terkenal dalam sejarah perang dunia ini.

Salah satu keunggulan lain dari Jerman adalah, taraf pendidikan yang sangat berkualitas. Kampus manapun di Jerman menawarkan pendidikan dengan taraf yang sama, dari kampus di kota kecil atau bahkan di perkampungan, sampai kampus di kota besar. Bahkan jika ditilik dari peringkat dunia, bisa jadi beberapa jurusan di universitas yang berada di kota kecil lebih tinggi daripada yang berada di kota besar yang mentereng. Hal ini disebabkan banyak universitas di Jerman sangat spesifik dan fokus pada bidang studi yang mereka tekuni.

Seperti tempat saya belajar sekarang, University of Luebeck (Universität zu Lübeck), yang bertempat di bundesland Schleswig-Holstein yang berbatasan dengan Baltic Sea dan Denmark, bagian utara Jerman. Universitas ini adalah sebuah universitas kecil dengan mahasiswa sekitar 3500 orang, bandingkan dengan University of Heidelberg misalnya, yang memiliki sekitar 30.000 mahasiswa.

Meski demikian, universitas yang didirikan tahun 1964 ini memiliki fokus yang sangat spesifik pada bidang kedokteran dan teknologi yang berhubungan dengan kedokteran. Sehingga, di usianya yang baru berkisar 50 tahun, universitas ini telah banyak mendapatkan reputasi internasional. Bermula dari sekolah kedokteran, jurusan kedokteran di University of Luebeck juga menempati rangking pertama dalam beberapa survey sebagai jurusan kedokteran terbaik di tahun 2006, 2009, dan 2016.

Sejak beberapa tahun ini, University of Luebeck berusaha terus mengembangkan jaringan internasional dengan membuka banyak jurusan internasional. Saat ini baru 3 jurusan internasional di tingkat master. Namun ke depannya, akan semakin banyak jurusan internasional yang dibuka.

 

Hidup dan Tinggal di Luebeck

Kota Luebeck sendiri, merupakan kota kedua terbesar di regional Schleswig-Holstein, setelah Kiel. Berjarak hanya sekitar 40 menit dari Hamburg, Luebeck merupakan pelabuhan besar yang strategis pada masanya. Sekarang, kota ini merupakan salah satu kota yang menjadi tujuan utama para turis di utara. Dengan arsitektur khas ala Skandinavia, kota tua yang dulunya merupakan benteng, dan simbol utama kota Luebeck, Holstentor, menjadi magnet bagi ribuan turis di setiap musim.

Keunggulan lain dari Luebeck adalah pantai indah yang hanya berjarak 30 menit dari kota. Mahasiswa di Luebeck bisa mengunjungi pantai ini dengan kereta secara gratis. Sehingga, meski jangkauan semester ticket di Luebeck tidak seluas Niedersachen atau NRW yang bisa digunakan untuk satu regional, namun mahasiswa di kota Luebeck bisa menikmati keindahan pantai untuk sesaat melepaskan penat.

Objek wisata Holstentor

Untuk masalah biaya hidup, salah satu sisi minus dari kota turis adalah biaya hidup yang agak tinggi. Ini setelah saya bandingkan dengan beberapa teman dari regional atau kota kecil lain yang bukan kota turis ya. Jadi untuk akomodasi di kota Luebeck, kisarannya adalah sekitar 300 Euro untuk flat-sharing dan 400 Euro ke atas untuk single apartement. Tentu ada yang lebih murah, namun untuk mendapatkannya sedikit sulit, terutama jika mengincar tinggal di dekat kampus. Solusi lain untuk mendapatkan hunian murah adalah student dorm atau asrama mahasiswa. Sayangnya, antrian untuk mendapatkan student dorm agak sulit, terutama di winter semester. Namun di summer semester, tidak banyak jurusan yang membuka pendaftaran, sehingga lebih mudah untuk mendapatkan ruangan. Saya sendiri juga mendapatkan ruangan di summer semester. Dan biaya untuk tinggal di student dorm sangat murah, berkisar 210-240 Euro untuk flat-sharing, dan 280-300 Euro untuk single apartment. Harga bervariasi tergantung lokasi, fasilitas, dan jumlah kamar untuk flat sharing.

 

Bagaimana dengan makanan?

Setelah saya bandingkan, harga makanan termasuk mahal juga. Untuk harga makanan di supermarket seperti beras, sayur, dan buah, itu termasuk standar. Dimanapun di seluruh Jerman, harga makanan di supermarket rata-rata sama, paling berbeda tergantung lokasi. Misalnya supermarket di stasiun kadang mematok harga lebih tinggi daripada yang di pinggiran. Namun secara umum sama.

Nah, perbedaan baru terasa saat berbelanja ke toko asia dan toko Turki (bagi muslim yang mencari makanan halal). Saya sendiri menemukan 4 toko asia di Luebeck, ini yang Asia Chinese ya, yang Asia Africa atau Asia Arab juga ada, namun saya jarang mengunjungi toko ini karena produknya kurang cocok untuk lidah Indonesia.

Untuk beberapa jenis barang, seperti Indomie misalnya, di salah satu toko asia, harganya hanya 39 sen per bungkus. Di toko asia lain bisa mencapai 49 sen. Sebaliknya, di toko asia yang harga Indomie mahal, harga kecap dan sambal ABC bisa lebih murah. Jika ingin hemat, survei sebelum berbelanja diperlukan untuk memastikan produk mana yang lebih murah daripada yang lain. FYI, ada satu toko asia yang penjualnya adalah muslim. Enaknya di sini, kalau saya ingin beli produk tertentu dan produk itu gak halal (mengandung alkohol misalnya), bapak ini akan menginformasikannya. Jadi lebih aman dari segi kehalalannya.

Castle gate di Lübeck yang dibangun tahun 1444

Overall, toko asia di Luebeck lebih mahal dari toko asia di Hamburg. Jadi kadang saya berbelanja barang asia di Hamburg ketimbang di Luebeck. Di Hamburg juga ada Toko Indonesia, harga barang-barangnya lebih murah dari toko asia untuk beberapa produk. Dan banyak barang di Toko Indonesia yang tidak dapat ditemukan di toko asia.

Demikian juga dengan toko Turki. Toko Turki di Luebeck menawarkan produk daging halal dengan harga yang bervariasi dan lebih mahal dari Hamburg. Untuk ayam, hanchenschenkel atau paha atas bawah ayam dibrandol dengan harga 2,64-2,78 Euro per kilo. Sedang di Hamburg, sekitar 1,99 Euro per kilo. Kalau saya, biasanya saya mensiasatinya dengan membeli ayam halal merek Wiesenhof di supermarket saat promosi, yang satu bungkus 3 kilo dan harganya hanya berkisar 4 Euro (sekitar 1,33 Euro per kilo).

Nah, untuk teman-teman yang ingin berhemat, saya sangat rekomendasikan untuk tidak sering-sering makan di luar. Sebab sebagaimana semua kota turis, harga makanan di Luebeck tergolong mahal dibandingkan Berlin atau Goettingen, misalnya. Harga kebab paling murah adalah 4 Euro, dengan kisaran 4-5 Euro. Makanan lain tentu lebih mahal lagi. Apalagi kalau bepergian ke Travemunde atau pantai lain. Harga makanan lebih melambung tinggi.

Nah, demikianlah sekilas tentang hidup dan kuliah di University of Luebeck. Dari segi pandang objektif, saya merasa cukup bersyukur selama tinggal di sana. Kotanya indah dan tidak sesak seperti kota-kota besar, dari segi keamanan juga baik, penduduk lokal tidak cukup ramah namun juga tidak rasis seperti di Jerman bagian timur, mesjid juga cukup banyak di dalam dan luar kota, termasuk satu ruang shalat di kampus. Pendeknya, hidup di Luebeck termasuk menyenangkan dan menenangkan.

 
 
Penulis: Ade Oktiviyari
Mahasiswa S2 Infection Biology
Universität zu Lübeck
Instagram