Mengikuti Pemilu di Jerman

Tahun 2014 ini Indonesia kembali mengadakan pesta demokrasi, Pemilihan Umum. Pemilu yang diadakan tiap 5 tahun sekali ini menjadi ajang bagi rakyat Indonesia untuk memilih wakil rakyat dan presidennya untuk 5 tahun ke depan. Sebagian rakyat Indonesia bersemangat menyambut pemilu dengan mendukung partai, calon anggota legislatif dan calon presiden pilihannya. Sementara yang lain lebih netral. Sisanya malah ada yang menolak pemilu dan menjadi golongan putih (tidak memilih) dengan berbagai alasan.

Tak hanya di tanah air, warga Indonesia yang berada di luar negeri, termasuk Jerman pun mengikuti Pemilu. Sejak pertengahan tahun lalu, Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) sudah mengadakan sosialisasi dan penyuluhan tentang Pemilu di berbagai kota di Jerman. Sewaktu sosialisasi ini, kita juga bisa mendaftar agar dapat mengikuti Pemilu di Jerman. Untuk Pemilu legislatif, warga Indonesia di luar negeri cuma memilih calon anggota DPR RI dari wilayah DKI Jakarta II, tidak peduli dari mana daerah asalnya di Indonesia.

Satu hal lagi yang berbeda dari pemilu di Indonesia, di sini kita bisa mengikutinya melalui pos. Ini pilihan yang bagus untuk warga yang tinggal jauh dari kota tempat Kantor Kedutaan dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia, seperti Berlin, Hamburg dan Frankfurt berada. Surat suara dikirim ke alamat warga yang memilih via pos sekitar dua Minggu sebelum jadwal Pemilu di KJRI dan KBRI. Setelah memilih, surat suara dikirim kembali melalui pos ke alamat PPLN.

Di Jerman sendiri Pemilu Legislatif di Kantor KJRI diadakan pada tanggal 5 April. Jadwalnya lebih cepat dari Pemilu di Indonesia, 9 April. Jadi surat suara dari warga yang memilih via pos harus sampai ke sana sebelum hari itu.

Setelah memilih anggota legislatif, tanggal 9 Juli kita memilih presiden yang baru menggantikan Bapak Susilo Bambang Yudhoyono. Di Jerman, Pemilu Presiden diadakan pada tanggal 5 Juli. Kali ini ada dua pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden yang maju, Prabowo Subianto – Hatta Rajasa dan Joko Widodo – M. Jusuf Kalla. Sama seperti Pemilu legislatif, Pemilu Presiden di Jerman juga bisa diikuti via pos bagi warga yang tinggal jauh dari kantor KJRI dan KBRI.

Pemilu di Kantor KBRI Berlin sendiri dihadiri oleh sangat ramai warga Indonesia dari Berlin dan kota-kota di sekitarnya. Rekan IMAN Arief Gunawan melaporkan dari Berlin, berdasarkan data PPLN ada sekitar 1000 warga Indonesia yang terdaftar dan hadir untuk memilih Presiden Indonesia yang baru. Sayangnya, selain itu ada juga sekitar 400 warga yang tidak mendapat undangan untuk mengikuti Pemilu.

Sampai saat tulisan ini terbit, hasil perhitungan suara dari berbagai Tempat Pemungutan Suara (TPS), baik di Indonesia maupun di luar negeri masih dikumpulkan. Hasil akhir perhitungan suara ini akan diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum pada tanggal 22 Juli mendatang. Kita tentunya berharap Presiden Indonesia yang baru dapat memimpin dengan baik dan membawa bangsa ini lebih maju lagi.

(Ahmad Zaki – Weimar)

 

pemilu di Jerman

pemilu di Jerman

surat suara

surat suara

 

Suasana Pemilu di Berlin

(Foto: Arief Gunawan)

 

pemilu di Berlin

pemilu di Berlin