Tim Likok Pulo IMAN di Acara KJRI Hamburg 2018

Pada tanggal 20 September lalu, KJRI Hamburg kembali mengadakan acara resepsi diplomatik. Acara yang bersifat tertutup ini hanya mengundang rekan kerja KJRI Hamburg saja khususnya untuk wilayah utara Jerman, dimana para tamu yang hadir saling bercengkrama dengan staf KJRI dan saling menguatkan hubungan diplomatik antar mereka.

Acara tahunan yang rutin diadakan oleh KJRI Hamburg ini juga menghadirkan beberapa tontonan pertunjukan budaya Indonesia seperti gamelan, angklung, tari kecak, fashion show pakaian Adat Indonesia , dan tentunya kami, tarian Likok Pulo asal Aceh yang dimainkan oleh sanggar tari IMAN (Ikatan Mahasiswa Aceh di Jerman). Ini adalah penampilan kedua kami dalam acara ini setelah sebelumnya tahun lalu kami diundang pula untuk tampil.

Acara dibuka pada pukul 18.30 waktu Jerman dengan menyambut para tamu yang hadir oleh staf KJRI dengan diiringi musik keroncong oleh grup musik gamelan Hamburg. Setelah semua para tamu hadir, acara dilanjutkan dengan potong tumpeng yang dipimpin langsung oleh Bapak Bambang Susanto, Konjen RI di Hamburg sebagai tanda dibukanya acara.

Sekitar pukul 19:00 acara pun masuk pada puncaknya dimana para tamu yang hadir dapat menyaksikan berbagai pertunjukan seni dan budaya Indonesia mulai dari penampilan angklung, tari kecak, fashion show pakaian adat Indonesia, dan juga tarian Likok Pulo.

Tarian Likok Pulo mendapat giliran tampil pada pukul 19.40, saya yang bertindak sebagai syeh dan penabuh rapai dan para penari yang berjumlah 9 orang dengan semangat memberikan penampilan terbaik dihadapan penonton yang hadir. Tarian yang khas akan tempo yang dinamis dari lambat ke cepat ini mampu memperikan antusias yang luar biasa bagi para penonton yang hadir. Tak heran seringkali terdengar tepuk tangan dari para tamu hingga akhir penampilan.

Kami pun merasa senang dan bangga bisa memberikan penampilan terbaik kepada tamu yang hadir. Bagi saya khususnya rasa bangga dan terimakasih yang sebesar nya untuk seluruh tim penari yang tidak hanya dari IMAN tetapi juga dibantu oleh Pelajar Indonesia di Hamburg dan Göttingen. Mereka adalah: Adinda, Fitri, Via, Ade, Monika, Alvin, Amel, Andhini, Fahmi dan juga yang tidak kalah penting tim sibuk dibelakang panggung mereka adalah: Indy, Amsal, Zia, dan Lady.

Setelah penampilan, kami pun menuju pada bagian stand makanan yang dihidangkan oleh panitia acara. Makanan khas Indonesia seperti bakso, sate, es cendol, dan nasi goreng menjadi penutupan yang sempurna buat kami, rasa lelah pun hilang dan rindu akan kampung halaman pun sedikit terobati.

Bagi saya harapan yang sama setiap tahunnya, semoga tarian ini akan tetap exist kedepannya dan akan ada tarian aceh lainnya untuk kita perkenalkan di negara der Panzer ini. Dan rasa bangga tak terhingga bagi mereka yang bersemangat ikut melestarikan tarian ini.

 
 
Penulis: Aulia Farsi
Ketua Sanggar Tari IMAN