Kuliah di Jerman? Pilihlah di Berlin!

Saat ini, hampir 3 semester telah saya habiskan sebagai mahasiswa master di TU Berlin, Jerman. Bagi saya, setelah Aceh, Depok-Jakarta, maka Berlin telah menjadi rumah ketiga. Selain menjadi tempat studi master sejak penghujung 2015, saya juga merasakan bahwa Berlin sangat ramah bagi mahasiswa asing dan pendatang secara umum dan bagi mahasiswa Indonesia pada khususnya. Ada beberapa hal yang ingin saya bagikan mengenai kota Berlin, ibukota Jerman yang sempat dipisahkan oleh tembok menjadi dua bagian ini.

Bagi muslim, maka kamu tidak akan mengalami kesulitan hidup di Berlin. Banyak tempat makanan halal dan supermarket halal disini. Ayam RISA (sejenis K*C), Elreda dengan menu kubidehnya, Restauran Zam-Zam, beberapa restauran Indonesia serta makanan melayu di restauran malaysia menjadi solusi bagi kamu ketika kondisi sedang malas masak atau sedang mudah rezeki.  Kamu juga akan dengan mudah menemukan kebab dimana-mana dengan harga yang sangat terjangkau.

Selain itu, menemukan mesjid di kota Berlin relatif mudah. Masyarakat Indonesia juga memiliki mesjid di ibukota Jerman ini.

Untuk masalah pendidikan, Berlin juga dapat digolongkan sebagai kota pelajar, karena banyaknya universitas di sini. Beberapa universitas seperti TU Berlin, FU Berlin, Humboldt University, HTW Berlin, Beuth University of Applied Sciences Berlin, Charite, HWR Berlin menjadi pusat tujuan melanjutkan studi para mahasiswa dari berbagai negara. Sehingga jangan heran banyak mahasiswa Indonesia di sini yang tersebar di berbagai kampus tersebut. Bukan hanya mahasiswa, komunitas Indonesia juga banyak di sini. Jadi jangan takut merasa kesepian di kota ini.

Dari segi transportasi, Berlin didukung oleh sarana transportasi yang sangat baik, mulai dari U-Bahn, S-Bahn, jaringan bis dan tram. Salah satu keuntungan mahasiswa di Berlin adalah adanya semester ticket yang bisa menjangkau semua transportasi tersebut dengan gratis. Ini mungkin yang akan membuat seseorang yang meninggalkan Berlin dalam jangka waktu lama akan merindukan kota ini dengan sistem transportasinya.

Suka berlibur sambil belajar sejarah? Berlin sarat dengan sejarah. Maka tinggal di Berlin akan membuat kita sedikit banyak mengetahui sejarah Jerman. Bangunan historisnya juga tersebar di seluruh penjuru kota. Semisal  Tembok berlin, Check Point Charlie, Bradenburger Tor, Berliner Dom adalah sebagian kecil lokasi yang menjadi tujuan wisata. Maka jika kamu memutuskan menjadi mahasiswa master di Berlin, maka bersiaplah menjadi tour guide yang handal.

Salah satu keuntungan besar tinggal di Berlin adalah biaya hidup yang relatif murah. Mungkin ini akan sangat subjektif. Tapi berdasarkan pengalaman penulis mengunjungi beberapa kota lainnya di Jerman, maka penulis bisa menyimpulkan bahwa biaya hidup di Berlin termasuk murah. Cara lain yang bisa dilakukan untuk memastikan biaya hidup di Berlin lebih murahdibandingkan kota lainnya adalah bandingkan saja harga kebab di Berlin dengan di kota lainnya 🙂

Selain itu, Berlin juga kota yang ramah bagi pendatang. Hal ini bisa dilihat dari harmonisnya hidup berdampingan antara masyarakat asing dengan warga asli disini. Bahkan di beberapa titik, banyak ditemukannya komunitas Turki yang hidup berdampingan. Jadi anggapan bahwa hidup di Eropa tidak aman bagi pendatang tidak berlaku jika kamu tinggal di Berlin.

Demikian pemaparan penulis mengenai kota Berlin. Semoga berguna terutama bagi kamu yang berencana menjadi mahasiswa di kota ini atau  mengunjungi Berlin dalam rangka liburan.

*Ditulis oleh Andri Mubarak, mahasiswa di jurusan Master of Global Production Engineering TU Berlin, yang sekarang sedang melaksanakan internsip di Vietnam