Kenal Lebih Dekat Kota “universitas” Göttingen

Oleh: Febi Mutia

(penerima beasiswa program master Hydrogeology and Environmental Geoscience

Universität Göttingen, DAAD-Aceh 2012)

 

Perjalanan hidup saya sudah memasuki tahun kedua (2012-2014) di sebuah kota di tengah Jerman, bernama Göttingen. Sebuah kota kecil namun penuh daya tarik sehingga banyak mahasiswa, baik dari Jerman dan dari negara lain yang melanjutkan studi mereka di sini. Mudah menjumpai tipikal wajah Asia, Amerika Latin, dan Eropa di seputar kampus, asrama mahasiswa, stasiun kereta dan pusat perbelanjaan. Begitu pula mahasiswa asal Aceh. Tercatat ada 6 orang yang terdiri dari 3 orang mahasiswa doctoral dan 3 orang mahasiswa program master. Tercatat pula beberapa orang alumni awardee DAAD-Aceh jebolan Universität Göttingen yang sudah kembali ke tanah air. Jumlah ini terhitung cukup ramai dibandingkan kota lainnya di Jerman. Tak heran beberapa kali pertemuan inisiasi pembentukan Ikatan Mahasiswa Aceh Jerman (IMAN) dan ASFERadio dilaksanakan di Göttingen. Boleh dibilang lokasi  geografis Göttingen sangat strategis karena relatif di pusat Jerman, diapit kota besar seperti Frankfurt am Mainz, Hannover dan Hamburg sehingga memudahkan dijangkau oleh siapa saja.

Göttingen dari masa ke masa

Kota Göttingen terletak di negara bagian Niedersachsen. Jumlah penduduknya tercatat 129,466 di tahun 2004 (Wikipedia.org). Nama Göttingen diambil dari sebuah desa bernama Gutingi. Kota ini ditemukan antara tahun 1150 dan 1200 dan pada abad pertengahan adalah bagian dari Liga Hanseatic atau kelompok konsorsium dagang sepanjang jalur pantai Utara Eropa dan tergolong kota yang masyhur.

Saat terjadinya Perang Dunia II ada kesepakatan informal antara Jerman (Blok Timur) dan Sekutu bahwa tidak akan membumi-hanguskan beberapa kota. Sekutu tidak menghancurkan kota Heidelberg dan Göttingen dan sebaliknya Jerman tidak menganggu gugat Cambridge dan Oxford. Kini kita dapat menyaksikan kota-kota tersebut menjadi kota dengan universitas ternama di dunia.

Kota ini memiliki slogan “Stadt, die Wissen schafft” yang berarti kota yang penuh dengan pengetahuan memang memiliki kaitan erat dengan kampus Georg-August-Universität Göttingen. Kampus Göttingen didirikan tahun 1737 atas pemikiran kritis dan pengaruh kebebasan berekspresi oleh George II, raja Inggris dan kini termasuk kampus papan atas di Jerman. Saat ini tercatat sekitar 26.000 mahasiswa yang melanjutkan studinya di 13 fakultas yang ada. Bahkan lokasi kampusnya pun tersebar di sekeliling kota. Kawasan kampus sentral terdiri fakultas Teologi, Hukum, Ekonomi, Sastra, perpustakaan pusat dan mensa (ruang makan) terletak di pusat kota. Sedangkan untuk fakultas MIPA berada di kampus utara yang bisa dijangkau dengan 15-20 menit bersepeda. Fakultas kedokteran terintegrasi dengan Klinikum (rumah sakit) dan perpustakaan yang sangat nyaman. Tak salah jika kota Göttingen ini seperti kota pelajar, karena dikelilingi oleh komplek kampus.

Kehidupan para Mahasiswa

Layaknya kota pelajar lainnya, setiap awal semester akan diterlihat aktivitas mahasiswa di seputar kampus. Universitat Göttingen menerima mahasiswa dua kali per tahun namun itu berdasarkan kebijakan jurusan yang dituju. Masa penerimaan mahasiswa baru yaitu di Summer Semester (April-Juli) dan Winter Semester (Oktober-Februari). Khususnya di Winter Semester, sejak September aktivitas mahasiswa baru terlihat massif, antara lain melakukan registrasi ulang, pencetakan kartu mahasiswa hingga masa orientasi kampus. Sebagian besar kegiatan administrasi dilakukan secara online.

indooroutdoor

Orientasi Kampus outdoor dan indoor (Dok.F.Mutia,2012)

Kegiatan orientasi kampus difasilitasi oleh kampus dan fakultas masing-masing. Umumnya menjelaskan gambaran perkuliahan, pengenalan fasilitas kampus (perpustakaan, pusat bahasa, mensa, asrama), organisasi mahasiswa dan tur keliling kota. Uniknya kartu mahasiswa Göttingen bisa menjadi alat pembayaran di mensa setelah menyetorkan sejumlah uang di mesin uang yang terdapat sekitar kampus., saldo 10 € dari kampus untuk fasilitas printing dan fotokopi. Kartu ini juga berfungsi sebagai semesterticket dengan jangkauan luas hingga ke kota Hannover, Hamburg, Braunscweig, Bremen. Artinya perjalanan gratis dengan fasilitas kereta ekonomi. Sangat menyenangkan bagi mahasiswa yang hobi jalan-jalan! Kabar gembira kini meliputi para mahasiswanya karena sejak Winter Semester 2014 per 1 Oktober, tuition fee sudah dihapuskan dan mahasiswa hanya perlu membayar uang semester tiket yang juga mencakup layanan bus dalam kota. Tentu saja ini sangat memudahkan mobilisasi terutama saat musim salju mencapai puncaknya.

Kampus Goe

Kampus Goe

Selain itu setiap mahasiswa akan dibekali akun email student. Di akun tersebut segala informasi terkait perkuliahan, bahan materi dari dosen dan pengumuman terdapat di sana. Bahkan untuk melakukan ujian semester, tiap mahasiswa harus mendaftar terlebih dahulu di akun tersebut. Di akun mahasiwa juga terdapat berbagai informasi lowongan pekerjaan dan dokumen penting yang dapat diakses langsung, seperti nilai ujian, bukti pembayaran uang semester dan transkrip akademik. Kondisi ini memudahkan tiap mahasiswa dalam menggurusi kebutuhan administrasinya.

Memiliki sepeda wajib hukumnya bagi para mahasiswa Göttingen. Jalur bagi para pengendara sepeda tersedia di sepanjang jalan, terpisah dengan trotoar pejalan kaki. Setiap tempat publikpun dilengkapi kawasan parkir sepeda. Dengan sepeda kita bebas menjelajah tiap sisi kota. Tak heran sepeda juga menjadi transportasi favorit warga Göttingen. Jika ada pejalan kaki dan pengendara sepeda yang melintas, maka pengendara mobil akan bersabar menunggu dan memberi kesempatan untuk lewat. Tak perlu ragu sisi keamanannya karena selama kita tertib berlalu lintas, semuanya akan aman. Tetapi jangan salah, di setiap persimpangan jalan ada lampu lalu lintas bertanda khusus bagi pengendara sepeda. Tak bisa seenaknya menyerobot lampu merah jika tak ingin ditabrak mobil. Kesadaran dan ketertiban ini sangat dipatuhi oleh semua orang sehingga berkendaraan di jalan terasa aman.

Akses makanan halal dan mesjid juga relative dekat. Sejumlah toko daging halal seperti Al-Iman markt dan Sinem menjadi langganan mahasiswa muslim. Saat bulan Ramadhan, undangan iftar di mesjid pun cukup banyak. Selain mengenal menu timur tengah dan asia selatan, saya mendapat beberapa kenalan muslimah asal Tunisia, Sudan, Mesir, Palestina hingga muallaf asal Jerman. Sungguh menambah ukhuwah!

 

Objek Wisata di Göttingen

Sekalipun kota yang kecil, Göttingen cukup layak dilirik untuk potensi wisatanya. Patung Gänseliesel yang terletak di pusat kota adalah ikon kota yang digambarkan sebagai figure gadis membopong angsa. Adalah kebanggaan dan selebrasi mahasiswa doktoran universitas Göttingen yang sudah menyelesaikan studinya dengan diarak oleh sahabat, kolega dan professor ke pusat kota menggunakan kendaraan berhias. Lalu ia akan memanjat, meletakkan rangkaian bunga dan mencium patung Gänseliesel.

selebrasi PhDselebrasi PhD 2

Aksi selebrasi mahasiswa PhD asal Aceh; Maimun Rizal dan Essy Harnelly (Dok. MR dan EH)

Saya boleh berbangga sebagai warga kota ini karena banyak peraih nobel berasal dari ilmuan atau alumni Universität Göttingen. Tercatat lebih dari 40 penghargaan dianugerahkan kepada sosok-sosok seperti Max Planck, Robert Koch, Otto Biscmark dll dengan bidang ilmu meliputi sains, kedokteran, dan ilmu social. Ada semacam lelucon bahwa mengapa kota Göttingen menghasilkan banyak nobel, karena suasana kotanya “kecil dan membosankan” sehingga para mahasiswa hanya focus belajar. Hehe…

Bagi yang senang wisata alam, maka layak mengunjungi Botanical garden, Danau Kisse dan wandern (jalan-jalan/tracking) di hutan area Bismarckturm. Jika sedang musimnya (Maret) dapat berfoto ria di hamparan lahan kuning raps (tanaman canola penghasil minyak). Bulan Juni adalah saat yang tepat untuk memetik strawberry. Atraksi ini sangat menarik dilakukan bersama-sama keluarga dan teman karena sangat menyenangkan dan refreshing. Lahan strawberry tumbuh subur di selatan kota, dan bebas masuk dan gratis makan di tempat. Jika ingin bawa pulang strawberry, maka hasil petik bisa ditimbang dan dibayar di tenda penjual.

panen Strawberry

Panen Strawberry ala Febi-Yusni-Saiful “aneuk IMAN” (Dok. F.Mutia, 2013)

Wisata sejarah juga sangat layak untuk disimak karena disini terdapat tempat dimana pertama kali telekomunikasi via electromagnetic diuji coba pada tahun 1833. Daerah zentrum juga banyak rumah bekas peninggalan tokoh penting yang kini masih tetap dilestarikan.

tugu peringatan

Tugu Peringatan (Dok. F.Mutia, 2013)

Demikianlah sekelumit kisah kota Göttingen. Hal dan kebiasaan baik di sini bukan hanya semata-mata bisa didapatkan di Jerman, tetapi bisa diduplikasi di Aceh. Kultur akademik yang baik dari kampus akan memberikan imbas positif bagi masyarakat luas. Semoga.

 

(Febi Mutia – Goettingen)