Ke Luar Negeri, Pentingnya Bawa Apa Ya?

Ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum berangkat studi ke luar negeri, termasuk Jerman. Selain dokumen penting seperti pasport, asuransi, dokumen kampus dan lain-lain, makanan dan pakaian juga perlu jadi perhatian. Berikut ini pembahasannya oleh Mira Maisura, mahasiswa Aceh di Uni Bonn yang ditulis dalam blognya, virtual-mee.blogspot.com tanggal 13 Maret 2014.

  1. Makanan

Yang selalu dianggap masalah itu ya makanan. Bisa ngnggak ya, sanggup ngnggak ya makan makanan asing? Atau ada nggak ya yang jual bumbu-bumbu Indonesia disana? Jawabannya; it all depends.

Bisa ngnggak ya? bisa-bisa aja kalau emang niat, dan ngerasa ngnggak sebegitu tergantungnya dengan makanan rumah. Ada ngnggaknya toko Asia, mungkin sebelumnya bisa dicek tinggalnya di kota mana, dan seberapa jauh dari kota besar. Di jerman sendiri ada bebrapa kota yang saya tahu ada orang Indonesianya tapi nggak ada toko asia, kalaupun ada, banyakan dari negara-negara asia lain, sedang dari Indonesia terbatas. Solusinya, ya belanja di toko asia terdekat yang kemungkinan besar adanya di kota sebelah. Atau belanja online, kalaupun jauh dan mungkin agak mahal, tapi tetap bisa dijadikan solusi.

Bumbu dapur (source: sedap sekejap)

Bumbu dapur (source: sedap sekejap)

Untuk masakan Aceh misalnya, saya nggak pernah ketemu di toko Asia ada yang jual bahan masakan Aceh, dan nggak expect bakalan ada juga. Misalnya asam sunti, mau cari dimana coba? 😀 Pas pulang tahun lalu, akhirnya saya borong asam sunti dan pliek u, dua bahan utama yang nggak akan saya temui disini. Begitu juga dengan bumbu-bumbu instant, yang ada di toko asia rasanya ya begitu, nggak sama lah dengan yang biasanya kita makan di rumah. Pas pengen makan rendang daging, saya lebih prefer untuk buat bahannya sendiri, dan bahan dasarnya tersedia di toko asia, walopun lebih mahal dibandingkan dengan pakai bumbu jadi, tapi rasanya lebih sesuai.*kadang malah kita bisa temui bumbu-bumbu yang nggak disangka-sangka loh 😀

Nah, gimana dengan yang pertama kali ke luar negeri, harus bawa apa? Bawa yang kira-kira dibutuhin (hehe ya iya lah), terus beberapa makanan jadi yang bisa disimpan untuk beberapa hari pertama disini. Apalagi kalau sampainya pas Ramadhan, pedih euy buka puasa dengan roti 😀

Kalau rice cooker gimana? sebagian orang yang saya kenal nyaranin untuk bawa rice cooker mini. Saya dulu nggak bawa, dan alhamdulillah dapat hibahan dari teman-teman yang pulang ke indo 😀

  1. Pakaian

Ini nggak akan jadi masalah yang harus dipikirin, kalau misalnya bisa pakai baju jenis apapun, dan dimodifikasi sedemikian rupa hingga bisa nyaman dipakai. Tapi jangan dimudah-mudahkan juga. Terutama untuk yang berjilbab, harus tetap syar’i, nggak cuma sekedar tertutup ala kadarnya juga.

Saya pribadi awalnya merasa kesusahan, mau cari baju terusan nanti dimana, jilbab yang segi empat ada nggak ya? Berhubung yang saya tahu pada pakai pasmina, dan saya nggak bisa pakai yang seperti itu. Alhasil saya bawa banyak baju dan jilbab berwarna netral, jadi tetap dikombinasikan dengan beberapa baju *walaupun akhirnya ketemu juga toko muslim yang jual baju dan jilbab yang saya suka.

Gimana dengan musim dingin?

Kalau kira-kira sampai sini selain Summer, saya nyaranin untuk bawa 1-2 pasang baju hangat dan long john, kalau butuh lebih banyak, bisa beli disini, kualitasnya  beragam dan bisa disesuaikan dengan isi dompet.

Winter outfit (source: be modish)

Winter outfit (source: be modish)

Intinya, bawa yang perlu dan secukupnya.Ada beberap teman yang nyaranin untuk bawa banyak celana jins, entah karena emang ukuran yang nggak akan di dapat disni, atau karena musim dingin susah pakai rok. Untuk alasan kedua, itu nggak bisa dijadikan alasan mutlak , ada solusinya kok :). tapi tetap ada pengecualian buat yang mungkin tinggal di daerah yg winternya extreme, we can’t say anything, right? 🙂

Ada juga yang membandingkan harga barang di Indonesia dengan di Jerman misalnya, ya kebanyakan lebih mahal disini. Ttapi coba dilihat-lihat lagi, kurangi bawa barang yang bisa ditemukan disini, dan space di bagasi bisa diisi barang-barang lain. Atau malah tetap bawa barang-barang itu, dengan pertimbangkan lebih murah tapi lebih sedikit jenis barang lainnya yang bisa dibawa. Dan kalau dihitung-hitung, barang di Indonesia juga mahal loh kalau ditambah dengan harga tiket pesawat, hehe.

Smoga infonya membantu ya 🙂

 

(Mira Maisura – Bonn)