Finally, after such a very difficult time to find a ‘magic’ letter from a University in Germany, I’ve got a Letter of Admission (LoA) from University of Passau. Jadi intinya di tulisan kali ini, aku akan fokus untuk menulis gimana perjuangan aku untuk mendapatkan surat sakti itu.

Sebelum berangkat ke Jerman, aku dan 10 teman-teman DAAD-Aceh Scholarship of Excellence lainnya mengikuti pelatihan bahasa Jerman di Goethe Institut Jakarta. Dan pada saat itulah proses pencarian kampus, persiapan dan pengiriman dokumen dimulai. Sebagian banyak dari universitas di Jerman itu mengharuskan pendaftar untuk mengirim dokumen yang disyaratkan, walalupun ada juga sebagian kecil universitas yang hanya menggunakan sistem online. Nah ada lagi yang namanya Uni Assist.

Aku pribadi enggak terlalu paham juga Uni Assist itu apa, tapi kalau dari pengalaman pribadi aku yang mendaftar ke 2 Universitas melalui Uni Assist, Uni Assist itu tugasnya memeriksa kelengkapan dan validitas dari dokumen yang kita kirim. Para pendaftar mengirim dokumen persyaratan dari universitas itu ke Uni Assist, dan kalau dokumen sang pelamar lengkap dan valid, mereka akan meneruskannya ke universitas. Beberapa universitas yang melalui Uni Assist juga memungut biaya untuk para pendaftarnya, tapi sebagian juga ada yang free. Singkatnya, walaupun melaui Uni Assist, setiap universitas punya peraturan sendiri. Jadi kembali lagi, kita harus baca baik-baik semua keterangan di website universitas masing-masing tentang tata cara pendaftaran itu.

Seingatnya, aku mendaftar ke sekitar 11 universitas, diantaranya Freie-Universität Berlin, Martin-Luther-Universität-Halle-Wittenberg, Ausburg Universität, Goettingen,  Tübingen, Friedric-Schiller-Universität Jena, HTW Berlin, Frankfurt am Mainz, Siegen, Hochschule Bonn Rhein, dan yang terakhir ya tempat aku kuliah sekarang, Universität Passau. Nah yang lewat Uni Assist itu Universität Berlin dan Martin-Luther-Universität-Halle-Wittenberg. Waktu itu aku harus bayar 75+15 Euro untuk 2 kampus itu. Dan GAGAL dapat LoA-nya, kebayang udah sedih gak keterima di kampus itu, sedih juga rugi uang 90 Euro.

Intinya, saran yang bisa aku kasih untuk semua yang lagi jadi Loa Hunter dari kampus-kampus di Jerman, beberapa hal yang bisa kalian lakukan sebelum, saat dan sesudah mendaftar adalah :

  1. Buka website resmi masing-masing kampus. Dari pengalaman aku pribadi, kebanyakan website kampus di Jerman itu jelas dan lengkap dari mulai study course yang tersedia sampai tata cara pendaftarannya. Dan kalau ada hal-hal yang menurut kita kurang jelas, kita bisa langsung kontak contact person yang ada di masing-masing website uni itu.
  2. Make sure kalian udah baca juga course yang ditawarkan di universitas dan jurusan yang mau kalian daftar. Jadi, dibaca ya mata kuliah yang ditawarkan di jurusan yang mau kita daftar. Sesuai dengan minat kita atau gak, atau mungkin ada alasan lainnya. Karena walaupun 2 universitas punya jurusan yang sama, tapi mata kuliah yang ditawarkan belum tentu sama. Dibaca pelan-pelan, dijiwai, dimengerti ya. Ini masalah pilihan hidup  ?
  3. Baca dengan jelas semua persyaratan. Nah, ini yang penting. Pastikan semua persyaratan yang mereka ajukan bisa kita penuhi. Persyaratannya standar-standar untuk daftar uni, contohnya IELTS, Ijazah, transkrip, Motivation Letter dan ada beberapa kampus yang mensyaratkan Deutsch Certificate. Kalau untuk Master full english (alias Internasional Class), malah ada yang gak mensyaratkan sertifikat bahasa Jerman, kalau pun ada yang mensyaratkan banter-banter A1 atau A2. Tapi kalau yang master full atau half Jerman, syarat sertifikat bahasa Jerman yang harus kita punya Minimal B1 atau B2.
  4. Hati-hati dengan deadline pendaftaran. Orang Jerman itu terkenal dengan taat peraturan apalagi masalah waktu. Pengalaman aku pribadi kenapa ditolak sama kebanyakan kampus yang aku apply itu adalah karena aku gak bisa menyerahkan sertifikat bahasa Jerman sebelum waktu deadline, walaupun berkas yang lain udah lengkap. Mereka gak tebang pilih ya, kalau ada syarat yang gak lengkap. Tetap aja kita dianggap tidak memenuhi persyaratan, padahal waktu itu aku udah ada surat gitu dari DAAD kalau aku bakalan ada ujian B1 di Goethe Jakarta. Ya itu bagusnya orang Jerman, gak ada tu tebang pilih untuk urusan administrasi.
  5. Untuk pendaftaran online, isi semua biodata dan apapun dengan jujur dan hati-hati. Kalau bisa, sebelum di submit data online-nya, minta orang lain untuk ngecek data kita. Bisa jadi ada yang typo.
  6. Kalau ada berkas yang harus dikirim, pastikan semua berkas lengkap sebelum di kirim. Jangan sampai ada yang kurang karena keselip atau gimana ya. Tips dari aku, list semua syarat dan conteng kalau berkas-berkas udah di masukin ke amplop. Jadi, mengurangi berkas yang keselip atau lupa.
  7. Kalau sudah dikirim, tunggu konfirmasi dari kampus. Waktunya berdoa ? Usaha udah kan ya, jadi tugas kita sekarang menunggu hasilnya.

Itu aja informasi yang bisa aku kasih tentang how to get ‘surat sakti’ dari kampus di Jerman. Di bawah ini aku bakalan masukin 2 link penting, uni assist dan website International Master Program di Jerman yang ada di website DAAD. Semoga bermanfaat!!!

Link :

http://www.uni-assist.de

https://www.daad.de/deutschland/studienangebote/international-programs/en/

*Ditulis oleh Riezky Ryatun Putri, mahasiswi University of Passau, Master of Development Studies