Festival film German Cinema 2014 Hadir di Banda Aceh

Goethe Institut kembali mengadakan Festival Film German Cinema. Festival yang rutin diadakan setiap tahunnya ini bertujuan untuk memperkenalkan kebudayaan Jerman kepada masyarakat Indonesia terutama melalui film. Berbagai film Jerman pilihan diputar di beberapa kota di Indonesia mulai 22-31 Agustus 2014.

Untuk pertama kalinya, Banda Aceh mendapat kesempatan menyelenggarakan festival ini pada tanggal 24 Agustus 2014. Tahun ini Banda Aceh juga menjadi satu-satunya kota di Sumatera yang menjadi tuan rumah.

Dalam penyelenggaraan Festival di Banda Aceh, Goethe Institut bekerja sama dengan Komunitas Tikar Pandan dan Episentrum Ulee Kareng yang memang sudah sering mengadakan kegiatan kebudayaan di Aceh. Selain itu kegiatan ini juga didukung oleh beberapa relawan, komunitas dan media di Banda Aceh.

Perwakilan dari Goethe Institut Jakarta, Ibu Lanny dan Mbak Chaca juga hadir langsung di Banda Aceh. Sebanyak tiga film pilihan diputar mulai Minggu siang hingga malam. Ketiga film tersebut adalah Kaddisch für einen Freund, Das Merkwurdige Kätzchen, dan Was Bleib. Sesudah pemutaran film juga diadakan diskusi antara penonton dengan Ibu Lanny.

Jumlah penonton yang hadir pada saat pemutaran film cukup ramai, hampir memenuhi venue acara. Padahal cuaca mendung dan hujan sempat beberapa kali turun serta ini merupakan penyelenggaraan pertama kalinya di Banda Aceh. Para penonton yang hadir kebanyakan para mahasiswa. Ada juga sejumlah warga asing yang tinggal di sekitar kantor Komunitas Tikar Pandan dan mahasiswa asing yang sedang menjalani pertukaran pelajar.

Perwakilan dari IMAN, Ahmad Zaki turut tergabung dalam tim relawan panitia Festival Film German Cinema ini. Selain itu hadir juga perwakilan dari Perhimpunan Alumni Jerman (PAJ) Aceh, Dinaroe dan Nova Marlina.

 

Para Penonton Festival Film GermanCinema 2014 di Banda Aceh

Para Penonton Festival Film GermanCinema 2014 di Banda Aceh

 

Foto bersama sesudah pemutaran film

Foto bersama sesudah pemutaran film

Bersama Ibu Lanny dari Goethe Institut Jakarta

Bersama Ibu Lanny dari Goethe Institut Jakarta

(Ahmad Zaki – Banda Aceh/Weimar)