DAAD Stipendiaten Treffen Braunchsweig

DAAD Stipendiaten Treffen merupakan sebuah kegiatan dimana para penerima beasiswa DAAD dari berbagai kota di Jerman saling bertemu. Kali ini saya mendapatkan kesempatan untuk mengikuti kegiatan yang dilaksanakan di kota Braunchsweig.  Pada hari Jumat  (11/07)  kami, semua peserta yang berasal dari Bochum dijemput dengan menggunakan bus di stasiun Central Bus Bochum pada pukul 08.30, terlambat 30 menit dari waktu yang dijadwalkan. Setelah melewati perjalanan selama beberapa jam, maka tibalah kami di Braunchsweig pada pukul 13.30.

Setibanya di tempat tujuan kami semua check in di penginapan sembari menyimpan seluruh barang bawaan dan setelah itu diantar ke TU Braunchsweig untuk makan siang terlebih dahulu sebelum mengikuti kegiatan. Kegiatan ini di mulai dengan Plenary Session dengan judul „The DAAD and Its Scholarship Holders Study Experiences in  Germany” yang dipresentasikan oleh Stefan Bienfeld (Head of Development Cooperation, Alumni Programes, DAAD).

Setelah itu, kami semua melakukan pertemuan dengan para koordinator pada regional masing-masing untuk melanjutkan acara diskusi, konsultasi dan ramah tamah sambil membahas tentang perkembangan studi dan kendala-kendala yang dihadapi selama melakukan proses belajar di universitas kami masing-masing.

Kegiatan pembukaan DAAD Stipendiaten Treffen ini baru dimulai pada pukul 18.00 oleh Profesor DR.-Ing. DR.H.C Jürgen Hesselbach selaku President of the Technische Universität Braunchsweig dan Professor DR. Joybroto Mukhereje yang merupakan Vice President of the DAAD. Dalam acara pebukaan ini juga disajikan sebuah seminar tentang „Globale Perspektiven der Bioenergie” yang disampaikan oleh Professor DR. Folkhard Isermeyer (President of the Johann Heinrich von Thünen Institute, Federal Resesarch Institutefor Rural Areas, Foresty, and Fisheris). Seminar tersebut sangatlah menarik, karena menjelaskan tentang  perkembangan dan arah industri energi di masa yang akan mendatang. Prospeknya ke depan seperti apa, apa saja yang perlu dipersiapkan, apa saja tantangan yang harus dihadapi dan beberapa penjelasan konsep-konsep tentang bio energi.

Keesokan harinya kegiatan dilanjutkan kembali dengan mengikuti beberapa seminar. Ada total 18 seminar, kita hanya bisa mengikuti tiga seminar karena seminar diadakan secara paralel. Seminar sesi pertama diisi oleh para Professor yang berasal dari TU Braunchsweig. Sedangkan untuk sesi kedua dan ketiga diisi oleh para peserta yang telah atau sedang melakukan riset pada bidang tersebut.

Pada seminar yang pertama saya mengikuti seminar dengan tema „Assessing  Freshwater Biodiversity on a Continentale Scale: Challenges and Opportunities”. Seminar ini diisi oleh Professor DR. Fansk Suhling yang berasal dari Institut für Geoökologie TU Braunchsweig. Pada seminar kali ini selain menjelaskan tentang konsep Biodiversity itu sendiri, juga di sampaikan beberapa penelitian atau studi case yang pernah mereka kerjakan di Afika.

Di seminar yang kedua saya tertarik untuk mengikuti seminar dengan tema „Global Sustainable Energy Current Trends and Future Prospects“ yang dibawakan oleh Hashem Abdulrahman Al-Ghaili, seorang penerima beasiswa DAAD yang berasal dari Yaman. Pada Seminar ketiga saya mengikuti seminar dengan tema „Effect Climate Change in the Oceans” yang dipresentasikan oleh Rafael Laso Perez, penerima beasiswa DAAD yang berasal dari Spanyol.

Banyak sekali tambahan wawasan yang saya dapatkan dari seminar-seminar yang saya ikuti di sini. Khususnya di bidang sustainable energy dan climate change. Begitu banyak pula timbul pemikiran-pemikiran tentang ide dan bahan untuk riset untuk masa mendatang yang saya dapatkan. Meskipun ini bukan merupakan bidang saya tentunya. Tapi cukup menarik kalau melihat dari prospek yang ada di masa mendatang.

Selanjutnya acara dilanjutkan dengan berkeliling pusat kota Braunchsweig, dimana kami ditemani oleh seorang guide yang mengajak berkeliling dan menjelaskan tentang sejarah-sejarah dari tempat yang kami kunjungi di sana. Setelah itu acara ditutup dengan makan malam bersama.

Keesokan harinya kami langsung kembali ke kota masing-masing pada pukul 08.00. Kegiatan ini sangat berkesan bagi saya pribadi karena selain mendapatkan pengetahuan yang baru dari seminar-seminar yang saya ikuti, saya juga bertemu dengan teman-teman baru, bahkan juga bekesempatan bertemu kembali dengan beberapa teman-teman lama yang studi di kota lainnya. Selain itu juga saya mendapatkan kesempatan untuk bisa mengunjungi kota Braunchsweig dengan gratis tentunya. Penuh harapan saya ingin bisa ikut lagi pada kegiatan seperti ini tahun depan, namun dengan status yang berbeda tentunya yaitu sebagai pemateri seminar, 🙂

Arriessa Sukhairi – Bochum