Cara Mendaftar Program Master di Jerman

Beberapa tips untuk admission

Studi di Jerman adalah mimpi bagi banyak pelajar dari Indonesia, karena Jerman adalah jantungnya Eropa yang dikelilingi oleh 9 negara tetangganya: Denmark di utara, Belanda and Belgia di barat laut, Perancis dan Luxemburg di barat, Austria dan Swiss di selatan, Republik Ceska dan Polandia di timur. Keunggulan lain memilih Jerman sebagai Negara tujuan belajar adalah karena kebanyakan kampus di Jerman dibiayai oleh Negara, jadi mahasiswa tidak perlu khawatir soal biaya kuliah.

Sebelum mendaftar, calon mahasiswa harus lebih dulu mencari info kampus yang dituju dengan membaca kurikulum yang ditawarkan pada website masing-masing kampus. Jurusan yang diminati bisa dicari pada beberapa website berikut:

  1. DAAD

https://www.daad.de/deutschland/studienangebote/international-programs/en/

  1. Study in Germany

https://www.study-in.de/en/

Kemudian calon mahasiswa bisa menyiapkan berkas untuk aplikasi mulai dari bulan Februari karena beberapa kampus membuka pendaftaran pada bulan Maret untuk Winter Semester. Berkas yang disyaratkan setiap kampus bervariasi, namun hal mendasar seperti: motivation letter, IELTS (original), Ijazah dan transkrip dalam bahasa Inggris dan Indonesia (legalisir), curriculum vitae, surat rekomendasi dari 2 dosen (original), passport (photocopy), dan letter of sponsorship (bila ada) harus disiapkan sebelum musim pendaftaran dibuka.

Siapkan minimal 2 pilihan universitas yang paling sesuai, 1 universitas yang mudah diterima (untuk cadangan) dan 1 universitas lagi yang jadi prioritas utama. Untuk jaga-jaga, si calon mahasiswa harus memiliki rencana cadangan, setidaknya bisa mendapatkan LOA (letter of acceptance) lebih awal agar bisa memasukkan permohonan visa secepatnya di kedutaan Jerman sebelum peak season (sekitar bulan Juni). Ketika mengirimkan admission documents, coba tanyakan pada international office, apakah keputusan dari kampus tersebut bisa dikeluarkan lebih cepat atau tidak. Dalam hal ini ada beberapa kampus yang bisa mengumumkan hasil seleksi segera setelah menerima dokumen dari si calon mahasiswa yang kemudian dibawa ke komite penyaringan mahasiswa baru, ada juga yang menolak dan menunggu hingga batas deadline barulah semua dokumen dari semua aplikan diseleksi. Hal ini penting mengingat penerima beasiswa DAAD-Aceh Scholarship of Excellence akan mengikuti kursus bahasa Jerman di Goethe Institut di Jerman pada awal agustus, karena rata-rata deadline kampus di Jerman pada pertengahan Juli. Bila LOA tidak segera didapat, kemungkinan besar harus terbang ke Jerman belakangan (sendiri).

Ada juga kampus yang menutup masa pendaftaran pada bulan Agustus maupun September, bila berminat pada kampus yang demikian, setidaknya si calon mahasiswa sudah terlebih dahulu memiliki LOA dari kampus lain (kampus cadangan) sehingga bisa mendapatkan visa yang nantinya visa tersebut bisa diganti ketika LOA yang diinginkan diterima di Jerman (dalam kasus ini calon mahasiswa berada di Jerman pada bulan Agustus).

Hal yang perlu diingat dengan baik adalah tanggal deadline dari masing-masing kampus supaya tidak kelewatan deadline. Dan usahakan untuk tidak mendaftar ke semua kampus yang diinginkan mengingat biaya pengiriman dokumen ke Jerman yang lumayan besar. Hanya perlu mendapatkan kampus cadangan terlebih dahulu, kemudian barulah kampus yang benar-benar diinginkan.

“By failing to prepare, you are preparing to fail.” – Benjamin Franklin

 

(Zakiul Fuady – Trier)

Blog: zakiul.com