Bukber IMAN sebagai Sarana Silaturahmi

Marhaban ya Ramadhan, alhamdulillah ramadhan kali ini kita masih diberi kesempatan untuk merasakan nikmatnya dan berkahnya beribadah di bulan ramadhan. Menjalani ramadhan di Jerman pada tahun 2018 ini atau bertepatan dengan tahun 1439 H, pun tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya. Setidaknya umat Islam di Jerman harus berpuasa selama 19 jam di musim panas. Walaupun demikian bukan lamanya puasa yang menjadi tantangan tersendiri bagi mahasiswa yang notabene tinggal jauh dari keluarga dan dalam perantauan untuk menimba ilmu pengetahuan di Jerman. Akan tetapi rasa rindu akan masakan khas Aceh dan kebersamaan saat sahur dan berbuka puasa bersama keluarga di rumah menjadi hal yang dirindukan oleh para pelajar yang sedang berada dalam perantauan. Oleh karena itu, Ikatan Mahasiswa Aceh di Jerman atau yang lebih di kenal dengan IMAN mengadakan acara buka puasa bersama pada tanggal 26 hingga 27 Mei 2018 yang diadakan di Idstein Wörsdorf di kediaman salah satu warga Aceh yang telah menetap di Jerman.

Idstein Wörsdorf terletak di bundesland Hessen dekat dengan Frankfurt main. Rumah kak Cut dapat dicapai dengan menaiki RE arah ke Limburg sekitar 1 jam dan berhenti di Idstein Wörsdorf. Sebenarnya waktu tempuh dapat dipersingkat tetapi dikarenakan perbaikan rel yang menjadikannya lebih lama. Setelah tiba di stasiunnya, Frank (suami kak Cut) menjemput rombongan dengan mobil karena jarak ke rumahnya sekitar 3 km. Wörsdorf sendiri merupakan desa kecil yang asri dan nyaman untuk ditinggali. Di sana terdapat banyak ladang-ladang yang luas salah satunya ladang bunga räpsol yang dapat digunakan sebagai minyak goreng nantinya. Namun sayangnya saat kami tiba di sana ladang räpsol yang menguning telah di panen 2 hari yang lalu.

Buka bareng IMAN 2018

Para peserta buka bareng IMAN pun datang dari berbagai kota dari seluruh penjuru Jerman. Dari ujung regional utara Berlin hingga ujung regional selatan Passau ikut ambil bagian dalam acara ini. Waktu tempuh dari Berlin mencapai 7 jam perjalanan dengan menggunakan Flixbus begitu pula dengan waktu tempuh dari Passau, kota indah yang berbatasan dengan negara Austria yang dapat dicapai dengan menggunakan kereta regional hingga 4 kali berganti kereta. Namun hal tersebut dapat terbayarkan dengan hidangan khas Aceh yang menggugah selera tentunya. Kali ini semua hidangan dikomandani oleh Kak Cut (poe rumoh) dan Kak Mutia Razali (mahasiswa PhD di Karlsruhe) yang sudah tidak diragukan lagi kemampuan dalam memasak dengan cita rasa khas Aceh dengan bahan-bahan yang mudah ditemui di Jerman.

Rangkaian acara buka puasa IMAN pun dikhususkan pada hari Sabtu tgl 26 Mei 2018 dan keesokan harinya tgl 27 Mei 2018, para peserta dapat mengunjungi tempat wisata di kota Frankfurt dan kembali ke kota masing-masing. Adapun rangkaian acara di hari pertama adalah nonton bareng final liga Champions antara Real Madrid dan Liverpool sesaat sebelum waktu berbuka. Dalam pertandingan ini banyak yang menyayangkan penyerang utama Liverpool Moh. Salah harus ditarik keluar karena cedera bahu sehingga membuat para fans Liverpool kecewa. Skor akhir 3-1 menetapkan Real Madrid yang keluar jadi juara liga champion tahun 2018 ini yang menjadi rekor baru juara dalam kurun waktu 3 tahun berturut-turut. Selanjutnya agenda berbuka puasa yang diawali oleh makanan pembuka takjil seperti: tahu isi, bolu, bakwan, wajik, mie bakso dan es campur. Setelah menyantap takjil, lalu shalat magrib berjamaah yang dipimpin oleh ketua bukber IMAN kali ini Al Ustad Nawawi dari FH Offenburg yang kemudian diisi dengan kultum yang disampaikan oleh Fauzi, mahasiswa Master dari Uni Göttingen dengan judul keutamaan puasa Ramadhan. Kemudian dilanjutkan dengan makan hidangan utama khas aceh yaitu sie reboh, gulai ayam, eungkot teulheue (Ikan dengan saos khas Aceh), ayam goreng, sayur tumis dan tak lupa pula kerupuk meuling (emping) yang menemani hidangan jadi makin pas untuk di santap. Kak Cut juga menyediakan bubur ketan hitam sebagai hidangan penutup (dessert). Agenda berikutnya yaitu shalat Isya berjamaah dengan Imam Azlan disertai oleh ceramah singkat oleh Bang Mufti, mahasiswa PhD dari Kaiserslautern, dengan judul kesabaran. Kemudian dilanjutkan dengan shalat tarawih bareng yang diimami oleh Bang Nawawi.

Ibadah tarawih berjamaah

Keesokan harinya kami pun berpamitan dengan Kak Cut untuk menuju ke Kota Frankfurt sebagai destinasi jalan-jalan bukber di tahun 2018. Kami mengunjungi tempat-tempat ikonik yang berada di Frankfurt. Frankfurt merupakan salah satu kota pusat perekonomian jerman. Di sini terdapat bank sentral uni eropa yang ditandai oleh monumen Euro yang jaraknya dekat dengan Haupthbahnhof. Kemudian kami mengunjungi Frankfurt Alstadt atau yang lebih dikenal dengan Römerberg. Di sini dapat ditemukan banyak gedung-gedung bersejarah, balai kota lama, gereja gothic dan museum sejarah. Karena Frankfurt memiliki banyak gedung pencakar langit, tentu tidak bisa dilewatkan view dari atas gedung dengan ketinggian 200 m untuk melihat indahnya kota Frankfurt secara keseluruhan.

Foto bersama

Selanjutnya rakan IMAN langsung menuju ke Hauptbahnhof untuk kembali ke kota masing-masing karena keesokan harinya akan kembali ke dunia nyata perkuliahan dan penelitian. Dengan ini berakhirlah semua rangkaian buka puasa bareng IMAN di tahun 1439 H ini. Dilain kesempatan diharapkan banyak dari warga IMAN yang dapat berhadir sehingga kita dapat menjalin tali silaturahmi yang kuat ke depannya Insya Allah.

 
 

Ditulis oleh Fauzi Mahmuddin
Mahasiswa master di program Hydrogeology and Environmental Geosciences (HEG)
Georg August Universität Göttingen.