Biaya Hidup di Kota Kaiserslautern, Jerman

Tinggal dan memulai kehidupan di jerman merupakan hal yang baru bagi saya. Bulan Agustus tahun 2017 yang lalu adalah pertama kali bagi saya menginjakkan kaki di negara yang merupakan jantung dari benua eropa ini. Secara pribadi inilah perjalanan terjauh yang pernah saya alami selama hidup. Berbagai pengalaman baru telah saya dapatkan, mulai dari, birokrasi yang kaku serta “gampang susah-susah” untuk dipenuhi, sistem transportasi yang terintegrasi dan ontime, etos kerja yang tinggi, budaya dan gaya hidup yang unik, semuanya layak untuk diceritakan sebagai bahan motivasi serta inspirasi ke teman-teman hingga ke anak cucu di hari tua nanti, InsyaAllah.

Dalam kesempatan ini saya ingin mengangkat topik yang terkadang dianggap agak sedikit sensitif untuk diceritakan, yakni biaya hidup di Jerman. Ya, bagi orang yang pertama kali ke jerman sudah dipastikan akan terbesit dalam benaknya mengenai biaya yang dibutuhkan selama hidup di jerman. Beberapa artikel menyebutkan bahwa biaya hidup di Jerman cukup terjangkau, bahkan yang termurah di Eropa. Beberapa teman saya juga mengatakan bahwa rata-rata tidak jauh berbeda dengan biaya hidup di Jakarta. Mungkin pendapat-pendapat tersebut ada benarnya, tapi tentunya pengeluaran seseorang sangatlah relatif terhadap gaya hidup, pendapatan, dan kota di mana seseorang tersebut hidup. Sebagai contoh saya sendiri adalah tipe orang yang tidak memiliki gaya hidup tinggi, dengan demikian beasiswa sebesar 1000 Euro per bulan yang diberikan pemerintah Aceh melalui DAAD untuk saya alhamdulillah sangat mencukupi untuk kehidupan sehari-hari, ditambah lagi saya memilih untuk melakukan studi bukan di kota besar seperti Berlin, Bonn, München, ataupun Hamburg.

Rincian pengeluaran yang saya tuliskan pada artikel ini didasari pengalaman hidup saya selama empat bulan di kota Kaiserslautern. Saya hanya akan menginfokan beberapa pengeluaran yang dianggap wajib untuk dibayar saja, beberapa pengeluaran tambahan yang dianggap perlu untuk diketahui, serta sekilas informasi untuk tiap poin.

 

Biaya Kuliah

Biaya kuliah atau tuition fee universitas publik (negeri) di Jerman secara umum adalah gratis. Mahasiswa hanya dibebankan tiket semester yang besarnya bervariasi di tiap negara bagian. Di TU Kaiserslautern (di FH Kaiserslautern juga sama) tiket semesternya adalah 223,07 Euro per semester. Dengan biaya ini kamu dapat makan murah di mensa kampus serta menikmati transportasi gratis di dalam wilayah operasional VRN, ini artinya kamu juga bisa jalan-jalan gratis ke kota romantis Heidelberg, Alhamdulillah. Saat ini hanya negara bagian Baden-Württemberg yang membebankan biaya kuliah, namun di masa mendatang negara bagian North Rhine-Westphalia diprediksi juga akan membebankan biaya kuliah untuk mahasiswa non-EU.

 

Biaya Tempat Tinggal

Harga sewa tempat tinggal atau wohnung sangat bervariasi tergantung jenis dan luasnya. Jika beruntung kamu bisa mendapatkan single apartement untuk mahasiswa seharga kurang lebih 245 Euro sudah termasuk kamar mandi, dapur kecil, air, listrik, pemanas, biaya sampah, dan internet. Jika kamu kurang beruntung karena masuk dalam waiting list yang panjang atau misalnya punya rencana untuk membawa keluarga, maka dapat menyewa apartemen private seluas 40m2 seharga kurang lebih 300 Euro belum termasuk semua yang saya sampaikan di atas. Intinya harus sering sering mencari. Jika menyewa apartemen private maka kita diharuskan mendaftarkan meteran listrik, air, gas, bahkan air buangan, ke kantor utilitas publik atau Stadtwerke di Kaiserslautern. Dengan demikian kita akan dikenakan biaya bulanan untuk tiap poin di atas. Di Kaiserslautern harga listrik adalah 23,790 sen per kWh dengan tarif dasar 96,6 Euro per tahun, harga gas adalah 5,900 sen per kWh dengan tarif dasar 66,00 Euro per tahun. Untuk harga air dan air buangan saya kurang tahu persis namun dapat telusuri di situs SWK. Tentu saja tarif dasar akan sedikit bervariasi dan tergantung pada luas dan jumlah penghuni suatu tempat tinggal. Jika kamu berniat berlangganan internet maka provider O2, Vodafone, Unitymedia, atau yang lainnya dapat menjadi pilihan. Sebagai contoh, Vodafone memberikan koneksi internet unlimited 100 Mbps seharga rata-rata 25 Euro per bulan, sedangkan O2 sebagai mana biasanya berbaik hati memberikan harga yang lebih murah.

Saya punya pengalaman positif mencari tempat tinggal di Kaiserslautern melalui situs www.ebay-kleinanzeigen.de dan www.immobilienscout24.de. Jika ada kawan yang bisa membantu di kota tujuan tentu akan lebih baik, dan jangan lupa teruslah berdoa memohon kemudahan rezeki oleh Allah SWT.

 

Biaya Radio, Televisi dan Komputer?

Ya, di Kaiserslautern maupun wilayah Jerman lainnya, setiap satu Wohnung diwajibkan membayar iuran bulanan sebesar 17,98 Euro untuk penggunaan radio, televisi, maupun komputer. Jika dalam satu rumah dihuni dua orang maka tagihan bulanan tersebut boleh dibagi dua. Bagaimana jika kamu tidak memiliki perangkat radio, televisi, atau komputer? sayang sekali, kamu tetap harus membayar iuran tersebut karena pemerintah Jerman menganggap saat ini informasi bisa dinikmati melalui telepon genggam, jauh berbeda dengan aturan sebelum tahun 2013 dimana biaya yang kita bayar didasari oleh jumlah perangkat yang kita miliki. Apakah penyandang disabilitas perlu membayar juga? tidak perlu, mereka dapat dispensasi. Aturan terus berubah, makanya cepat-cepat selesaikan sesuatu sebelum muncul aturan baru -_-.

 

Biaya makanan

Di Jerman harga bahan pokok tidak terlalu mahal, yang mahal adalah makanan jadi yang dijual di restoran atau kedai, bahkan Doner pun bisa dimasak sendiri dengan harga yang sama namun volume dua kali lipat. Jangan terpaku untuk belanja di satu supermarket saja. Beberapa artikel menyebutkan supermarket Netto memberikan harga yang termurah, sedangkan supermarket Rewe dengan kualitas produk yang lebih baik menawarkan harga yang lebih mahal. Sebetulnya ini tidak sepenuhnya benar karena kamu masih bisa menemukan barang yang lebih murah di supermarket Rewe, maka dari itu keep hunting and be smart. Berikut ini saya coba paparkan beberapa harga kebutuhan dapur yang sering saya beli di Kaiserslautern.

Beras 5 Kg € 6,99

Bagi yang tidak bisa lepas dari makan nasi, maka beras di supermarket Turki merek Suntat cukup direkomendasikan, dari rasa sangat mendekati beras Indonesia dan harganya juga lebih murah dari beras Basmati. Jika sedang masa promo bisa dapat € 4,99 per 5 Kg.

Kentang 2,5 Kg € 1,09

Harga kentang kurang lebih sama dengan harga Indonesia, kentang seharga ini dapat ditemukan di supermarket Aldi. Mungkin ada yang lebih murah, hanya saja saya senang beli yang ini.

Telur 10 butir € 1,69

Sebagaimana produk lainnya, telur banyak variasinya. Untuk telur Bio harganya lebih mahal.

Susu Sapi segar 1L lemak 1,8 % € 1,09

Susu kotak juga banyak variasi merek. Berdasarkan pengamatan saya, untuk merek yang sama, semakin rendah nilai lemaknya maka semakin murah harganya.

Fillet daging ayam 1 Kg € 5,99

Ini hanyalah harga fillet atau dada ayam. Jika kamu membeli ayam satu ekor harganya bisa jauh lebih murah.

Daging Sapi 1 Kg € 6,99

Harga ini khusus untuk bagian chuck yang masih sedikit berlemak, menurut pengalaman saya cocok untuk dibuat rendang, hehe. Tidak sulit mencari daging halal di Kaiserslautern, setidaknya ada dua supermarket Turki (Vitamingarten dan Naz Market) dan satu supermarket Arab (International Market) yang pernah saya singgahi di sini.

Ikan Pangasius 475 gr € 2,99

Secara umum supermarket di Kaiserslautern hanya menyediakan fillet ikan, bukan ikan utuh. Nah, menurut saya fillet ikan Pangasius layak untuk dicoba. Untuk ikan yang segar bisa kamu dapatkan di supermarket Turki pada hari-hari khusus atau bisa request ke si Abi (sapaan untuk si penjual dalam bahasa Turki).

Minyak Goreng 1L € 1,09

Umumnya minyak goreng yang dijual di Jerman terbuat dari minyak bunga matahari. Dari segi rasa, menurut saya makanan yang digoreng menggunakan minyak bunga matahari ataupun minyak sawit sama saja.

Selada 1 stuck € 0,75

Tidak lengkap makan tanpa sayur. Harga sayur baik selada untuk satu stuck (satu bonggol) ataupun yang lainnya sangat bervariasi di tiap supermarket.

Pisang 1 Kg € 1,15

Menurut pengamatan saya, kebanyakan pisang di supermarket Jerman datangnya dari Amerika Latin atau Afrika. Kualitasnya bagus dan harganya juga tidak jauh berbeda dengan harga Indonesia.

Jeruk 2 Kg € 1,99

Jeruk yang saya maksud bukan jeruk Mandarin tapi lebih mirip Sunkist. Jeruk seharga ini bisa didapatkan di Supermarket Rewe. Harga akan turun menjelang Wochenende.

Bumbu-Bumbu Dapur

Harga bumbu dapur seperti gula, garam, merica, dan sebagainya rata-rata bisa dibeli dalam kisaran harga 10 sen hingga 2 Euro. Bumbu dapur bisa didapatkan di supermarket mana saja. Nah, untuk bumbu dapur masakan khas asia seperti batang serai, daun jeruk dan sebagainya bisa didapatkan di Supermarket Asia.

Di Kaiserslautern kamu juga bisa belanja kebutuhan dapur di Stiftplatz Wochenmarkt (pasar mingguan) setiap hari Sabtu mulai pagi hingga siang. Produk-produk seperti sayur-sayuran, buah-buahan, telur, ikan, dan sebagainya dijual dalam keadaan yang sangat segar. Konsepnya adalah pasar rakyat namun harga yang ditawarkan terkadang belum tentu “merakyat”. Once again, be smart.

Gambaran biaya yang saya berikan di atas tentu belum mencakup semua aspek. Rekreasi dan belanja pakaian misalnya belum saya jelaskan, karena sekali lagi aspek ini sangat bergantung pada gaya hidup masing-masing. Semoga tulisan ini dapat memberikan informasi yang berguna. Saya harap sekarang teman-teman bisa mendapat gambaran mengenai taksiran biaya yang harus disiapkan per bulannya di Kaiserslautern, sehingga pengeluaran yang dianggap wajib ini dapat dipenuhi. Sampai jumpa di Kaiserslautern, kalau sudah sampai di sini nanti saya ajak ke Zweibrucken Factory Outlet, salah satu pusat shopping terbesar di Jerman, tertarik?

 
 
Penulis: Muhammad Ikhsan
Mahasiswa PhD di Institute of Control Systems,
Technische Universität Kaiserslautern, Jerman
Facebook | LinkedIn